Ada dua tipe orientasi leadership yang sering dibahas yaitu leadership berorientasi pada Result dan juga yang berorientasi pada Proses.

Orientasi Hasil

Tidak sedikit para leader yang memiliki prinsip kuat terhadap orientasi hasil.

result

Karena pada akhirnya tujuan dari sebuah organisasi adalah hasil / result, jika tidak tercapai maka mengindikasikan bahwa organisasi tersebut tidak efektif. Dengan prinsip seperti ini seringkali dalam organisasi menempuh cara yang instant atau mungkin saja menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan. Team bekerja sangat keras, tingkat tekanan tinggi, tidak ada batasan waktu, dan boleh menggunakan cara apapun.

Organisasi yang berorientasi pada hasil terlihat lebih professional, dewasa, dan memiliki tanggung jawab yang lebih tinggi.

Orientasi Proses

Pada sisi ekstrim yang lain, terdapat orientasi kepemimpinan yang berorientasi pada Proses. Dengan keyakinan melalui proses yang benar maka akan tercapai hasil yang diharapkan. Proses merupakan rangkaian aktivitas atau tahapan yang harus dilalui untuk mencapai hasil.

Namun demikian, karena nuansa orientasi proses yang tinggi (atau istilah lainnya sering disebut dengan kata Process Compliance) maka tidak sedikit menghambat pencapaian hasil yang optimal. Orientasi seolah-olah mengijinkan Faktor-X sebagai salah satu penentu keberhasilan setelah rangkaian proses dilakukan.

Umumnya pada orientasi proses, kita cenderung terpancing untuk menyalahkan Faktor-X tadi, dan mengijinkan hasil / goal tersebut tidak tercapai.

Proses yang di-hargai untuk mencapai Hasil yang baik

Berorientasi kepada kedua-nya, hasil maupun proses. Dan leadership pada kategori ini cenderung lebih matang dan juga bijak.

  • Kondisi yang paling ideal yaitu proses yang baik dengan hasil yang baik.
  • Kemudian hasil yang baik meskipun proses-nya kurang baik.
  • Bisa juga Hasil yang kurang baik, tapi proses-nya sudah maksimal.

Dalam kepemimpinan yang ke-3 ini, semua kondisi di atas mendapatkan apresiasi yang pantas. Sehingga organisasi sangat menghargai kedua-nya dan berusaha mencapai kondisi yang seimbang.

Kegagalan adalah ketika hasil yang diharapkan tidak tercapai dan melalui proses yang tidak tepat. Sehingga dalam kondisi ini efektivitas organisasi tidak tercapai karena kesalahan pada internal organisasi tersebut.

process