Result / Output merupakan produk dari usaha yang telah dilakukan dalam suatu pekerjaan. Seringkali kita membuat klaim seperti: “Saya sudah bekerja keras siang dan malam”, “kami telah melakukan melebihi dari yang standard”, “Kami sudah melakukan yang terbaik”. Namun ketika Result / Output-nya masih belum tercapai, maka “Pihak ketiga” selalu dijadikan sebagai kambing hitam. Dan tidak jarang kita masih menuntut untuk dihargai atas upaya yang telah dilakukan. Kira-kira Tepat atau tidak ya?

Kita percaya bahwa tidak ada hasil tanpa usaha dan proses yang tepat, tapi ketika hasil-nya masih belum sesuai harapan, sementara usaha dan proses yang tepat sudah dijalankan, bisakah kita masih masuk dalam kategori Sukses?

Output vs. Process

Sebagai karyawan professional, kita tentunya dibayar bukan karena sekedar rajin masuk kerja dan tepat waktu, melainkan keberadaan kita dalam suatu perusahaan memiliki tujuan yang harus dicapai. Sehingga sudah sangat jelas, bahwa ukuran keberhasilan dalam karir dilihat dari hasil pencapaian.

Perusahaan memberikan panduan (ada yang berupa garis besar, dan ada juga yang sangat detail tergantung kepada jenis pekerjaan) kepada karyawan untuk mencapai tujuan sukses tersebut. Namun demikian, panduan tersebut (yang biasanya juga disebut sebagai Job Description, SOP, dsb) bukan merupakan jaminan mutlak bahwa Tujuan pasti akan tercapai.

secretsuccess

Karyawan mengikuti Job Desc. ataupun SOP merupakan syarat minimum untuk mencapai Tujuan, tapi tentunya supaya masuk dalam kategori sukses maka syarat minimum tidaklah cukup. Semakin kita kreatif, berinovasi, memiliki inisiatif, komitmen, dan juga tanggung jawab, maka peluang untuk mencapai Tujuan yang Sukses menjadi lebih tinggi.

Saya sudah Bekerja Keras dan All Out!

Kembali lagi kepada kesepakatan semula, sebagai karyawan professional maka Sukses dilihat dari hasil yang dicapai bukan hanya dari apa yang telah dilakukan.

Jika demikian apakah artinya Kerja Keras kita tidak dihargai oleh perusahaan? Belum tentu…

Bukalah Pikiran!

Pertama, buang jauh-jauh faktor emosi. Dengan kepala dingin dan hati yang tenang, bukalah pikiran anda. Cobalah melihat aspek yang lebih obyektif.

openmind

Jika kesepakatan kerja kita dengan perusahaan adalah berdasarkan dengan hasil yang dicapai, maka jika faktanya kita tidak berhasil mencapai tujuan tersebut apapun alasannya, maka sebenarnya Perusahaan berhak menuntut pertanggung-jawaban kita sebagai karyawan professional.

Namun tentunya Perusahaan akan selalu melihat upaya yang telah kita lakukan untuk mencapai hasil tersebut. Bentuk penghargaan Perusahaan kepada Karyawan atas kerja keras yang telah dilakukan adalah dengan cara memberikan kita kesempatan untuk melakukan perbaikan, dan memberikan masukan serta dukungan apa yang kita perlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini yang harus disadari oleh Karyawan Professional.

Jika kita tidak suka dengan prinsip tersebut, maka silakan mencapai kesempatan di-tempat lain yang dinilai lebih baik. Mungkin saja anda mendapatkan pendapatan yang lebih baik, tapi anda tidak akan pernah bisa meng-klaim keberhasilan atas apa yang telah anda lakukan.

Seseorang yang professional adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap hasil yang diharapkan.

Berubah untuk Hasil yang Sukses!

Jika anda sudah menyadari bahwa anda sebenarnya masih dihargai oleh perusahaan atas Kerja Keras yang telah dilakukan dalam usaha untuk mencapai tujuan tersebut, maka langkah selanjutnya adalah segera menyusun rencana kerja yang berbeda dibandingkan periode sebelumnya.

thinkdifferent

Anda tidak bisa menggunakan cara yang sama untuk mendapatkan hasil yang lebih baik!

Bagaimana supaya anda bisa mencapai hasil sesuai target:

  1. Identifikasi penyebab hasil / output tidak bisa dicapai, baik dari sisi internal maupun eksternal.
  2. Jika permasalahannya ada di internal anda sendiri, maka mulailah lakukan perbaikan cara kerja yang lebih tepat. Bekali dengan pengetahuan yang terkini, dan terus meningkatkan keahlian dengan mencoba cara yang berbeda.
  3. Jika permasalahannya ada di faktor eksternal, maka kenalilah siapa dan apa saja faktor eksternal tersebut.
    1. Lakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif untuk memastikan pihak eksternal bekerja sesuai dengan yang anda harapkan.
    2. Jika menemui kesulitan dalam melakukan koordinasi, eskalasi dengan atasan anda untuk menjembatani sehingga tujuan kedua belah pihak bisa tercapai.
  4. Mulai sadari bahwa sekecil apapun kendala yang muncul, harus segera anda selesaikan dengan tuntas. Jangan pernah berharap pihak lain akan melakukan inisiatif perbaikan dengan sendirinya. Sukses berada ditangan anda sendiri, sehingga jangan sampai tergantung kepada upaya pihak lain.
  5. Anda harus lebih telaten dan komitmen, dan terbuka bahwa yang dilakukan selama ini masih belum merupakan yang terbaik yang telah dilakukan.