Diambil dari laman ini : http://www.forbes.com/sites/jacobmorgan/2014/11/11/the-7-principles-of-the-future-employee/, saya mencoba menyimpulkan sebagai berikut:

  1. Lingkungan Kerja yang Fleksibel. Bagi karyawan kantor yang tidak rutin bertemu dengan Customer atau mengoperasikan mesin juga mengerjakan suatu produk, maka Lingkungan Kerjanya bisa fleksibel baik dari sisi lokasi juga jam kerja.
  2. Berorientasi pada Hasil. Artinya tidak ada petunjuk / manual kerja baku, Karyawan diberikan kebebasan untuk melakukan caranya yang kreatif selama memenuhi kriteria hasil yang diharapkan. Kriteria hasil tetap mengacu pada kualitas, rentang waktu, juga budget tertentu.
  3. Berbagi Informasi. Jika dulu seorang karyawan enggan berbagi ilmu karena khawatir ide-nya dicuri rekan kerja ataupun atasan, maka di masa depan berbagi informasi justru mampu meningkatkan produktivitas. Karena rekan kerja, anak buah, ataupun atasan anda akan lebih produktif dengan informasi yang anda berikan, sehingga kinerja anda makin lebih baik.
  4. Cara baru dalam Komunikasi. Keberadaan Whatsapp, dan social media sejenis bisa meningkatkan produktivitas karena tiap Karyawan menjadi lebih responsif, informatif, dan juga berbaur. Penggunaan email yang cenderung panjang lebar, menggunakan komputer, akan semakin tergantikan dengan apps (aplikasi) untuk kantor yang lebih powerful. Bayangkan apps for work yang mengintegrasikan fungsi:
    1. Komunikasi
    2. Kalender
    3. Diskusi / meeting notes
    4. Task / scheduler
    5. Information / Knowledge base
  5. Menjadi Leader. Tidak harus secara struktural dalam tatanan organisasi konvensional. Tiap Karyawan adalah Process Owner yang memiliki ketergantungan pihak lain yang harus dikelola. Dengan demikian tiap Karyawan menjadi leader atas tanggung jawab yang diemban-nya dan memastikan pihak yang terkait berjalan / mengikuti hasil yang diharapkan.
  6. Learning Working. Tiap Karyawan memiliki kesadaran dan kebutuhan untuk selalu melakukan peningkatan (improvisasi) dalam pekerjaannya. Terutama yang dilakukan secara mandiri, tidak mengandalkan program pelatihan dari perusahaan. Karena perusahaan menggaji Karyawan untuk memberikan hasil yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan tersebut Karyawan secara sadar harus terus meningkatkan keahlian dan juga pengetahuan untuk menunjang hasil tersebut.
  7. Instant Learning. Jika pada poin 6 Karyawan memiliki kesadaran untuk self-learning, maka pada point 7 ini instant learning bisa terjadi karena proses sharing, learning terjadi antar karyawan. Tiap pertanyaan dan jawaban terdokumentasi dan bisa diakses siapapun. Hal ini menjadikan Perusahaan memiliki knowledge base untuk learning yang terbaik ketimbang menyediakan pelatihan di lembaga eksternal.