Apa itu Karyawan Produktif?

  1. Karyawan yang mampu memberikan hasil kerja sesuai dengan target yang telah disepakati.
  2. Memiliki keahlian (skill) di berbagai bidang. Melebihi bidang yang merupakan tanggung jawabnya saat ini.
  3. Reliable, bisa dihandalkan oleh atasan, rekan kerja, dan juga anak buah.
  4. Dedikasi tinggi terhadap tanggung jawab, dalam arti memastikan pekerjaan tuntas dan tidak menimbulkan potensi masalah kedepan.

Nilai Tambah

Supaya lebih unggul dibandingkan dengan rekan kerja yang lain, seorang karyawan harus memiliki nilai tambah berupa keahlian atau pengetahuan yang paling unggul. Contoh nilai tambah seorang Karyawan pada umumnya:

  1. Kemampuan analisa dan reporting dengan menggunakan Microsoft Excel
  2. Pola kerja yang sistematis, sehingga atasan, rekan kerja, anak buah mampu melihat proses kerja kita secara efektif.
  3. Kemandirian. Karyawan yang produktif tidak banyak mengandalkan orang lain untuk mengerjakan pekerjaan rutinnya. Misalnya adanya tenaga admin untuk proses data, pembuatan klaim, dan sebagainya.

Organisasi yang “Lean”

Ada masanya dimana seseorang merasa bangga karena memiliki banyak anak buah. Namun saat ini tantangannya adalah apakah anak buah yang dimiliki tersebut sudah efektif? Bisakah tanggung jawab sebagai atasan bisa dicapai dengan tim yang lebih efektif?

Organisasi yang Lean bukanlah menghemat jumlah karyawan, filosofinya adalah tiap orang harus mampu menghasilkan pekerjaan yang jauh lebih bermanfaat.

Organisasi yang Lean juga lebih menghargai Karyawan sebagai Manusia yang memiliki Akal. Itu sebabnya, seorang karyawan apapun jenis pekerjaannya harus memiliki kemampuan Analisa (Berpikir untuk menghasilkan yang lebih baik). Ketimbang seorang karyawan mengerjakan sesuatu sesuai dengan yang diinstruksikan.

Sedikit tim membuat pekerjaan lebih efektif dan pengembangan SDM lebih optimal. Yang diperlukan dalam organisasi adalah lebih banyak Tim yang menghasilkan ketimbang lebih banyak orang dalam sebuah tim.