Kita mungkin melihat dimana sebagian rekan kita atau bahkan diri kita sendiri cenderung berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain. Sebagian yang lain ada yang bertahan hingga bertahun-tahun bahkan hingga pensiun.

Ada yang menganggap perusahaan seperti halnya pernikahan, terikat sebagai suatu komitmen tempat mencari nafkah. Kita bekerja dan kita mendapat imbalan.

Sementara ada juga yang menganggap perusahaan tanpa sebuah ikatan emosional. Sekedar tempat mencari nafkah. Di kala ada perusahaan lain yang menawarkan lebih baik, ya kita pindah ke perusahaan tersebut.

Tidak ada yang benar dan salah dalam dua pandangan tersebut. Ada harapan perusahaan, dan ada harapan karyawan.

Kemudian pertanyaannya adalah Adakah perusahaan dimana kita pantas untuk tetap bertahan di dalamnya tanpa perlu melihat peluang di tempat lain?

Ada Dua faktor utama yang paling berpengaruh.

Pertama adalah Visi, dan Misi Pendiri atau Stakeholder Perusahaan tersebut. Karyawan akan merasa bangga jika melihat Nilai dari Perusahaan tersebut. Karyawan merasa bangga berada Perusahaan yang memiliki reputasi yang baik, dan secara image diidamkan sebagai tempat favorit untuk bekerja.

Kedua adalah para jajaran Top Manajemen yang mengelola perusahaan. Perusahaan yang dinilai pantas untuk karyawan bertahan adalah jika para Top Manajemen menunjukkan kepedulian terhadap Karyawan. Banyak interaksi dengan para staf, dan terjun ke dunia operasional perusahaan. Top Manajemen yang dekat dan memperhatikan Karyawan akan memberikan ikatan emosional.

Salah satu faktor di atas sudah cukup untuk menjadi salah satu alasan cenderung untuk bertahan. Walaupun faktor kedua sebenarnya lebih memiliki pengaruh lebih tinggi.

Karyawan akan bertahan ketika merasa nyaman dan menemukan tantangan dimana dia akan dihargai.