Dalam perusahaan yang sedang pada masa dinamis, misalnya pertumbuhan tinggi, bertambahnya jumlah permintaan, sekaligus juga semakin tingginya jumlah keluhan dari pelanggan yang tidak sedikit mengancam keberlansungan perusahaan.

Ketika perusahaan dinyatakan dalam keadaan “SIAGA”, seperti kebanyakan organisasi pada umumnya, Sukses perusahaan sangat bergantung pada “Sumber Daya Manusia” didalamnya mulai dari Top Management hingga jajaran staff paling dasar.

Sebagai karyawan yang merupakan bagian dari penentu Sukses perusahaan yang sedang dalam keadaan “SIAGA”, kita memiliki dua pilihan: (1) Menjadi penonton, (2) Menjadi Pahlawan. Tentunya kita menghindari menjadi pilihan ke-Tiga yaitu Menjadi Penghambat.

Kita bisa menjadi karyawan yang berpartisipasi “Menyelamatkan Perusahaan”, atau sekedar mengamati bagaimana Perusahaan ini berjalan sambil mempersiapkan strategi penyelamatan diri (baca: Cari Lowongan Kerja di Perusahaan Lain).

Saya menyukai Film Hollywood yang penuh inspirasi. Inspirasi membuat kita berpikir, membangun Semangat, dan akhirnya mendorong untuk bertindak. Dan ada yang bagus dalam Film generasi 2000an, atau yang sering saya sebut sebagai Film 3.0. Jagoan dalam Film 3.0 saat ini tidaklah One-Man-Show ala Rambo di era 70an-80an.. Film 3.0 mengedepankan kontribusi orang-orang sekitar Jagoan tadi. Intinya banyak jagoan yang akhirnya muncul. Sama seperti halnya dalam dunia nyata, Pencapaian sesuatu tujuan membutuhkan Kerjasama banyak orang, bukan peran Satu Orang (biasanya Pimpinan Perusahaan).

Perusahaan era 80an sangat mengandalkan “Ketokohan Pimpinan”, sebut saja Jack Welch, Bill Gates, Steve Jobs, Donald Trump, dan banyak lagi.

Perusahaan masa kini, yang juga Perusahaan 3.0 (istilah saya), sangat mengandalkan “Kepahlawanan Majemuk”. Misalnya untuk Blue Bird, kepahlawanan pada Driver dan juga middle Management. Tokoh tunggal masa lalu memberikan Inspirasi kepada Organisasi terutama Karyawan untuk menjadi Pahlawan baru di Perusahaan tersebut yang bukan lagi monopoli Top Management.

Seperti halnya dalam Film Action Hollywood, seperti “Man of Steel”, Batman, Avengers. Menjadi Pahlawan tidaklah mudah dan bukan sekedar mengandalkan kekuatan ala Rambo. Tapi mengedepankan “Leadership”, menjadi inspirasi bagi yang lain.

SuperEmployee adalah pilihan kita dalam dunia kerja yang sedang dijalani. Untuk menjadi SuperEmployee membutuhkan Perjalanan Panjang yang seringkali disebut sebagai Jam Terbang atau Pengalaman. Tidak ada Pahlawan Instant yang tiba-tiba muncul dan kemudian Sukses, itu hanya terjadi pada film “Spiderman” (hehe) yang masih belum bergenerasi 3.0.

Apa kesamaan antara SuperEmployee dan SuperHero dalam Film:

  1. Melewati Jalan Panjang pembentukan Karakter. (Coba lihat film Superman dan Batman). Tidak ada yang instant, Kekuatan yang tidak berkarakter membawa kepada Penderitaan pada Diri Sendiri, istilahnya di Komik Kungfu Boy adalah Pedang Tajam tak bergagang.
  2. Banyak Waktu yang dikorbankan untuk memberikan Hal Positif bagi orang lain. Jam tidur berkurang, tidak mengenal libur, waktu dimanfaatkan untuk Pengembangan Diri dan juga memberikan Nilai tambah bagi Perusahaan. Hal ini sangat bisa diperdebatkan dan berbeda dengan “Kerja Lembur” tanpa henti.
  3. Attitude Nomor Satu. Peka terhadap Lingkungan, bertindak sesuai dengan Tanggung Jawab, dan semangat untuk Berkembang.
  4. Pantang Menyerah. Apapun kendala / Rintangannya, sebabak belur kondisi fisik, yang terpenting Mental tidak Jatuh. Melihat Masalah sebagai hal yang harus dipecahkan dengan segala Upaya yang ada. dan HARUS TERPECAHKAN, secara NGOTOT. Pantang Menyerah merupakan kata yang mudah dan sudah Jamak didengar dimana-mana, karenanya saya menyukai kata yang sering digunakan atasan saya sebelumnya yaitu “NGOTOT” yang lebih bermakna Memotivasi untuk saya.
  5. Menjadi Teladan, karena tindakan kita akan menginspirasi orang lain. Maka jadilah contoh yang benar, bagi karyawan baru, rekan kerja. Tidak menjelek-jelekan rekan lain juga perusahaan, tapi menginspirasi orang lain untuk mengisi kekurangan yang ada.
  6. Pastinya memiliki Keahlian. Tidak perlu ahli dalam segala Hal, tapi sebagai SuperEmployee kita harus memiliki Keahlian yang melebihi rekan-rekan yang lain dan memberikan dampak Signifikan bagi perusahaan. Super Hero jelas memiliki keahlian walau tidak ahli dalam segala Hal. Superman memang memiliki Kekuatan lebih banyak jenisnya dibandingkan yang lain, tapi banyak juga Super Hero yang hanya memiliki keunggulan tertentu misalnya Film X-Men, ada yang telepati, Kemampuan mengendalikan Cuaca, Membekukan sesuatu, dan sebagainya. Batman tidak memiliki keunggulan fisik, tapi memiliki teknologi yang membantunya untuk bekerja.
  7. Tidak Hitung-hitungan, misalnya waktu kerja saya hanya sebatas ini, oh itu bukan area kerja saya, oh silakan menghubungi orang lain.. Apa gunanya memiliki kemampuan tapi kita malas / enggan untuk berkontribusi, atau mungkin takut gagal yang berdampak orang lain jadi komplain. SuperEmployee tidak pernah khawatir dengan komplain, karena komplain adalah input untuk lebih baik sekaligus mengasah kemampuan untuk lebih baik. Tidak ada yang sempurna, namun bisa mendekati Sempurna selama kita tidak membatasi diri.
  8. Pada akhirnya, menjadi Man of Steel at Work dapat terlihat ketika diri kita menjadi seseorang yang sangat di-andalkan oleh Perusahaan dan juga Rekan kerja lain. Tentunya ini memberikan kepuasan tersendiri dan juga peluang masa depan yang lebih baik.

Man of Steel at Work (SuperEmployee) bukan karena kita mengakui sendiri telah melakukan banyak hal, tapi memang karena diakui oleh orang lain dan Perusahaan.

Tantangannya seperti yang sudah dijabarkan di atas, pertama adalah waktu, kemudian attitude untuk membantu orang lain atau menyelesaikan masalah hingga tuntas, dan memiliki keahlian yang unggul. Terkadang akan ada anggapan menjadi SuperEmployee artinya mudah dimanfaatkan orang lain, akan menjadi sasaran empuk dari masalah yang muncul, dan sebagainya.. Tapi ya kembali lagi, SuperEmployee memang hadir untuk mengatasi masalah.

SuperEmployee bukan lagi monopoli Top Management, tapi bisa berasal dari seluruh tingkat posisi termasuk Office Boy sekalipun, staf marketing, programmer, salesman, dan siapapun. SuperEmployee akan terus bertumbuh, sesuai dengan cita-cita yang diharapkannya. Bagaimana dengan anda?