Kita mungkin sudah cukup sering mendengar statistik yang mengatakan bahwa 90% strategi gagal karena eksekusi yang buruk. Statement ini benar, namun yang lebih penting adalah bagaimana melakukan eksekusi yang baik akan tercapai hasil yang diharapkan?

Eksekusi akan mudah jika merupakan pekerjaan individu, karena kontrol berada pada diri sendiri. Kita yang mengatur kapan akan dilakukan, dan bagaimana eksekusi dilakukan. Namun cerita eksekusi akan berbeda ketika eksekusi melibatkan tim kerja.

Dari sekian banyak teori / konsep mengenai eksekusi, semua kegiatan eksekusi mengarah pada faktor Leadership. Karena pada eksekusi kita tidak lagi bicara membuat strategi ataupun menyusun rencana. Definisi eksekusi cukup sederhana tanpa perlu diperumit. Eksekusi adalah bagaimana memastikan rencana / strategi dijalankan dan mencapai hasil. Dan karenanya Eksekusi yang sukses ditentukan faktor Leadership. Berikut langkah sukses eksekusi:

  1. Ibaratkan anda adalah pemimpin orkestra yang memberikan arahan kepada tim kerja untuk mengikuti instruksi yang diberikan, sesuai timing, peran masing-masing tanpa harus memberikan direction yang berbeda-beda. Karena masing-masing sudah memiliki panduan aktivitas. Tugas pemimpin mengharmonikan seluruh kegiatan yang berbeda-beda tersebut menjadi symphoni yang indah.
  2. Control & Monitoring. Eksekusi tidak bisa dilepas begitu saja, harus ada yang memonitor progress-nya sudah sampai dimana, dan memberikan alert jika masih ada pencapaian yang kurang.
  3. Coaching kepada tim. Agar pemimpin dan tim memiliki bahasa yang sama, pengertian, dan semangat yang sama, maka aktivitas coaching diperlukan bahwa pemimpin bukan sekedar menyuruh, tapi mempersiapkan kompetensi tim kerja.
  4. Menyediakan alat bantu yang diperlukan. Dalam militer maupun orkestra kita tidak bisa meminta tim untuk berperang tanpa senjata atau bermain musik tanpa instrument. Sesuaikan alat bantu dengan kebutuhan proyek anda.
  5. Komunikasi secara konsisten. Ada teori yang mengatakan untuk menyampaikan sesuatu hingga menetes dengan jelas, maka diperlukan 7x komunikasi dengan 7 cara berbeda. Tidak masuk akal untuk memberikan penjelasan sekali kemudian berharap tim anda untuk menjalankan dengan sukses. Mengulang ucapan yang sama pun akan mulai terdengar bosan. Namun dengan kreatifitas cara yang berbeda, anda membuat tim kerja menikmati arahan yang diberikan.
  6. Reward & Punishment. Anda bisa memberikan “wortel” kepada tim untuk terpacu, dan juga bisa “Cambuk” untuk menjaga komitmen. Selama diberikan secara seimbang, tim anda akan melihat hal ini sebagai sesuatu yang “fair” / adil.
  7. Atmosphere kerja. Tugas pimpinan pula untuk menciptakan suasana yang berbeda. Jadikan eksekusi ini sebagai hal yang serius, dan cara yang mudah adalah membuat perubahan yang signifikan. Misalnya dengan merubah layout kantor, revisi job title dan description, peluncuran proses baru, rutinitas baru. Sehingga tim member anda merasa memang ada perubahan yang dilakukan.

Dengan 7 hal di atas, apakah masih ada kemungkinan gagal? mudah-mudahan tidak, karena eksekusi yang demikian lah yang dilakukan oleh seorang leader sukses.