Siapa yang ingin menerima resiko untuk mengambil langkah yang belum jelas, apalagi jika kondisi saat ini saja kita sudah merasa cocok, nyaman, atau mungkin puas.

Meninggalkan zona nyaman bukan masalah benar atau salah, itu adalah pilihan, seperti halnya pilihan makan siang apa yang akan kita makan hari ini. Tiap pilihan memiliki konsekuensi, bedanya keputusan ini memiliki konsekuensi yang lebih besar.

Bagi yang berjiwa petualang, meninggalkan zona nyaman sudah merupakan makanan sehari-hari. Tidak suka dengan kondisi yang ada, maka pergi ke tempat lain. Memang ini kasus yang agak berbeda karena ada faktor “Tidak suka”. Tapi “Tidak Suka” ini dipicu oleh sifat “Petualang” yang memang tidak suka dengan kondisi yang “Stagnan”.

Merasa nyaman dalam bekerja tidak sedikit menimbulkan resiko lebih besar, antara lain:

  1. Mental yang kurang siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk. Bayangkan jika tiba-tiba kita harus kehilangan pekerjaan, pasti akan lebih mudah stress dan merasa putus asa.
  2. Lumpuh dalam inovasi, karena terlanjur merasa nyaman dan merasa tidak ada yang perlu dirubah.
  3. Bagi pimpinan, “nyaman” berakibat pada menghambat proses regenerasi, apalagi jika nyaman ini berlangsung cukup lama.
  4. Tidak ada pembelajaran, hanya mengulang aktivitas. Karena tidak ada improvement / perubahan dari internal yang dilakukan.
  5. Resistent terhadap perubahan, terutama jika usulan datang dari anak buah atau rekan kerja yang baru. Kenapa harus berubah jika kondisi saat ini tidak ada masalah.

Jika anda pernah membaca buku “Pemburu dan Petani” karya Anthony Dio Martin, anda akan cepat memahami mengenai prinsip bekerja yang bermental “Pemburu”. Membiasakan diri untuk menghadapi situasi yang tidak pasti, dan meningkatkan kewaspadaan. Dan tentunya bertindak proaktif.

Penyesalan akan selalu muncul di akhir, ketika anda sadar bahwa banyak waktu yang mungkin telah disia-siakan karena kondisi nyaman. Dan sadar bahwa banyak hal yang seharusnya bisa dilakukan. Memang tidak 100% demikian, dan jika anda merasa berhasil dalam zona nyaman, anda termasuk orang yang beruntung. Masalahnya tidak semua orang bernasib baik, sehingga harus ada upaya lebih yang harus dilakukan jika ingin mendapatkan hasil lebih baik.

Tidak pernah ada benar dan salah, ini kembali soal pilihan yang penuh dengan konsekuensi. Semakin tinggi resiko selalu tersimpan peluang yang lebih baik. Berani mengambil resiko?