Macet di Jakarta sudah jadi cerita lama, semua orang juga tahu jumlah kendaraan makin meningkat baik roda dua maupun roda empat. Pertumbuhan jumlah kendaraan tidak dibarengi dengan lebar jalan. Entah apa program pemerintah kota untuk mengatasi kemacetan, tapi rasanya jika bicara pemerintah, solusinya selalu pada berorientasi pada proyek. Membangun jalan layang, under-pass, tol, dsb.

Sementara itu sebenarnya banyak solusi kemacetan yang sifatnya sederhana, terutama kemacetan yang diakibatkan oleh penyempitan jalan dimana jalan tersebut harusnya masih bisa diperlebar. Berikut ini beberapa titik macet yang diakibatkan bottleneck / penyempitan jalan:

  1. Jalan yang mengarah perempatan pondok indah dari arah Fedex. Disitu ada jalan melebar ketika pintu masuk tol JORR, tapi setelahnya jalan menyempit. Padahal ada tanah yang cukup lebar yang bisa dimanfaatkan untuk pelebaran jalan. Tinggal kesediaan JORR untuk merelakan tanah tersebut dijadikan jalan umum.
  2. Jalan di depan Cilandak Town Square (CITOS) dari arah Fatmawati menuju Ampera. Di pagi hari, jalanan tersebut sering macet parah. Tapi selepas Citos anehnya mulai lancar. Karena memang terjadi penyempitan di depan Citos tersebut dari 4 Lajur menjadi 2 lajur. Belum lagi kendaraan yang masuk menuju Citos yang mulai memperlambat kendaraan, juga kendaraan umum yang berhenti karena menaikkan dan menurunkan penumpang. Pengelola Citos harusnya dapat ikut memikirkan solusi, mungkin dengan merelakan sebagian tanah untuk melebarkan jalan. Manajemen keluar masuk kendaraan kan bisa diatur, tidak hanya sekedar mencari gampang tapi tidak memikirkan kepentingan yang lebih besar.
  3. Jalan di depan Hotel Mercure / Kantor Sophie Martin / sebelum Poins. Penyempitannya luar biasa besar, kendaraan berasal dari arah Fatmawati, belum lagi lebak lestari, dan juga pintu keluar tol JORR. Lagi-lagi ada tanah milih JORR yang harusnya bisa digunakan untuk pelebaran jalan. Macet disitu bukan karena pesimpangan pondok indah, tapi perpotongan jalur dan juga sempitnya lajur yang hanya 3 lajur pada titik penyempitan. Seharusnya itu bisa diperlebar hingga 4 – 5 lajur hingga persimpangan pondok indah. Yang mengarah putar balik juga menjadi lebih luas.

Beberapa titik lainnya bisa akan ditambahkan lagi kemudian hari. Tapi jika memang ada itikad baik dari pemerintah kota, mereka bisa nego memaksa. Ini bukan proyek milyaran kok… kenapa harus menyelesaikan masalah dengan proyek-proyek besar?