bagaimana tidak, kecuali berangkat jam 5 pagi dan pulang jam 11 malam mungkin merupakan akses paling lenggang. Jalanan yang kecil tapi memiliki kepadatan penduduk juga kendaraan yang tinggi. Apalagi hari sabtu kalo sudah antara jam10 hingga jam 12 bisa satu jam sendiri untuk keluar dr daerah tersebut.

Cinere hanya korban dari bobroknya infrastruktur dan juga sistem pengelolaannya. Ibarat baskom besar dengan selang kecil, itupun lumutan. Suatu saat bisa bocor, tumpah, bahkan meledak.

Mahal iya, harga tanah per meter tergolong tinggi untuk kualitas akses yang nilainya nol bahkan minus. Akses tol hanya janji dan bukan solusi. Tidak pindah dari cinere karena daerah lain lebih mahal.

Jadi ya bisanya pasrah saja… Tertawa dan senyum pahit menikmati bobroknya cinere.